“Kamu baik-baik saja?” tanya Sean pada Izza setelah mereka tiba di rumah. Setelah pembicaraan dengan Axel semalam, Sean jadi lebih sering memperhatikan Izza. Istrinya tampak tenang dan tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia mengetahui rahasia yang disimpan. Izza bahkan lebih kerap tersenyum pagi ini. Mendapat perlakuan baik dari Izza nyatanya tetap tidak bisa membuat Sean senyaman dulu. Agaknya, setan memang sudah mengikatkan tali jerat yang sangat kuat pada Sean. Dia tak lagi bisa membedakan mana yang harus didahulukan dan mana yang semestinya dihindari. Sikap bungkam Izza sedikit banyak juga memengaruhi pola pikir Sean. Jika Izza memutuskan untuk diam, dia akan sangat menghargai. Dia tidak ingin memaksa wanita itu agar mau berkata jujur. Toh, dia tidak melakukan hal yang sama. “Kena

