31. Peringatan

1653 Kata

Kedua mata Sean masih mengamati Izza yang tertidur pulas. Mama meminta mereka untuk menginap, jadi Sean akhirnya kembali tidur dengan Sang Istri. Padahal sudah beberapa hari belakang dia menghindari Izza dengan tidur di ruang kerja atau kamar tamu. Pertanyaan Axel tadi mengusik Sean. Dia menduga kalau kakaknya sudah mengetahui siapa Nisa. Tentu saja. Dengan pengamatan tajam yang sulit ditandingi, Axel akan dengan mudah mengenal pribadi orang di sekitarnya, termasuk orang baru. Inilah salah satu alasan Sean enggan mengundang Nisa ke rumah. Axel terlalu sulit untuk dikelabuhi. Mama sepertinya juga sudah menangkap ada sesuatu pada diri Nisa. Namun, Axel lebih berani mengungkapkan. Beruntung tadi Izza menyelamatkan Sean dari Axel yang terus mendesak. Sean ingat bagaimana pucatnya wajah Nisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN