" Sudah ku jelaskan jika Devi tiba-tiba mengirimkan foto hasil Usg tersebut tanpa ku tahu pasti apa tujuannya. Kamu bisa cek email aku dengan Devi " Ucap Mas Imron kepadaku " Aku memang pernah menyakitimu tetapi bukan berarti aku adalah seorang pecundang" Ucapnya lagi Mas Imron memperlihatkan isi emailnya dengan Devi dan benar-benar tak ada sesuatu yang mencurigakan. Bahkan sudah ku scroll hingga di tahun mereka putus selebihnya memang tak ada hubungan yang intens. Devi lebih sering mengirimkan pesan namun seringkali di abaikan oleh Mas Imron. Ku tatap Mas Imron dan dia mengangkat bahunya. Matanya menggambarkan jika ia tak sedang berbohong. Aku mengenalnya, dan tak mungkin aku salah membaca bahasa tubuhnya. " Gimana ? Terlihat jelas siapa disini yang mengabaikan " Ujarnya " Ya kare

