Mas Imron menatapku tajam sebelum akhirnya memilih untuk memandang ke sudut lain. Lama terdiam tak ada pembicaraan di antara kami sampai akhirnya Mas Imron menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara kasar. " Jujur, Aku sama sekali tak punya bayangan tentang apa yang akan aku lakukan jika memang benar Elzio adalah anakku " Jawab Mas Imron kemudian. " Bisa saja Devi akan minta pertanggung jawaban kamu " Ucapku mencoba mengungkapkan kegelisahan hatiku Kembali Mas Imron menarik nafas dengan sangat dalam. Sesak Mungkin itu yang kini ia rasakan, Sama. Banyak kekhawatiran serta hal hal menakutkan yang mungkin saja terjadi dan itu membuat dadaku sangat sesak. " Aku tidak akan bisa berbagi. Aku lebih baik mundur " Imbuhku sebelum Mas Imron sempat menjawab pertanyaanku. Di raih

