Hari ini. Sengaja aku menyiapkan berbagai macam menu masakan dan cemilan.
Ku tata dengan sangat cantik di meja makan. Setelah itu aku bergegas untuk ke kamar Aldy untuk membangunkan Aldy dan mengajaknya mandi.
Kemudian ku gendong tubuh gembulnya, ku dudukan pada kursi yang berada di meja makan. Dia sangat antusias melihat beraneka menu yang terpampang tepat di depan matanya.
" Waaaauw " ucapnya
Tak berselang lama, Mas Imron keluar dan ikut bergabung bersama kami di meja makan
" Tumben masak banyak " ucapnya
Aku hanya tersenyum menanggapi ucapannya.
Untuk memenangkan hatimu apa saja akan aku lakukan Mas.
**
Hari ini pun sengaja aku pulang cepat dan kembali memasak berbagai macam menu kesukaan Mas Imron
Setelah ku tata di atas meja ku jepret menggunakan ponselku dan segera ku kirim pada Mas Imron tak lupa ku selipkan pesan " cepat pulang Mas, aku sudah masak "
Meskipun tak mendapat balasan darinya. Aku tetap yakin kalau dia akan pulang cepat dan menyantap makan malam bersamaku.
Jam menunjukan pukul 7 malam, hari ini aku memang sengaja membiarkan Aldy bermalaman di rumah ibu
Ku berdalih pada Ibu, aku bertekad memperbaiki hubunganku dengan Mas Imron dan Ibu mendukung penuh usahaku
Tak berselang lama ku dengar deruh mesin mobil milik Mas Imron segera aku menuju pintu untuk menyambut kedatangannya.
Dengan seulas senyum yang mengembang di bibirku, aku berdiri di ambang pintu
" Malam Mas " sapaku.
Saatku ku raih tangannya, suhu tubuhnya tak seperti biasanya
Ku alihkan tanganku memeriksa keningnya
" Mas kamu demam "
" Kurang istirahat saja " ucapnya cuek
" Ayo makan dulu, baru istirahat "
" Aku capek mau tidur aja "
" Mas " ku raih tangannya
" Tapi kamu harus makan biar gak tambah sakit . Ayolah Mas, aku juga udah siapin tuh makanan kesukaan kamu "
Ia berusaha melepaskan diri dari cengkramanku tetapi semakin erat pula ku memegang tangannya
" Kalau kamu gak mau makan. Ku peluk terus nih " ancamku
" Iya iya " ia pun akhirnya luluh menuruti permintaanku , dan segera duduk di meja makan.
Meski tak selahap biasanya tapi bisa ku pastikan ada beberapa suapan yang masuk ke dalam mulutnya. Dan tak lama ia izin untuk beristirahat di kamarnya
Ku siapkan baskom berisi air hangat, segelas air dan obat penurun panas
Tok tok tok . Dengan pelan ku ketuk daun pintu milik Mas Imron
" Masuk aja " ucapnya dari dalam
Perlahan, aku memasuki ruangan bernuansa coklat itu
Ku jatuhkan bokongku di sisi ranjang miliknya
" Minum obat dulu Mas " ku bantu Mas Imron untuk meminum obat.
Selesai itu ku kompres dengan air hangat yang telah aku siapkan .
Mas Imron pun tersenyum manis kepadaku tak lama kemudian ia pun tertidur pulas.
Ku pandangi wajahnya yang teduh, mataku kian berat terasa hingga akhirnya aku pun ikut tertidur.
Aku terbangun saat ku rasakan belaian lembut pada kepalaku, ku mengerjap saat ku lihat jam ternyata sudah pukul 02.00 dini hari
" Sory Mas. Aku ketiduran " ucapku dan dia hanya mengangguk tersenyum
" Udah turun Mas, panasnya " ucapku sambil Memegang keningnya
Dan ternyata panasnya memang sudah mereda
" Udah mendingan. Terimakasih ya " ucapnya tersenyum manis
Seketika diriku di buat melayang mendapat perlakuan darinya.
Sepertinya segala usahaku mulai menampakan hasilnya
Mas Imron yang sekarang lebih hangat daripada ia yang ku kenal dahulu.
Semoga saja suatu saat pernikahan yang ku impi-impikan segera menjadi nyata.
**
Pagi ini Mas Imron tampak lebih segar, dengan senyumnya yang menawan ia menghampiri aku
" Pagi " sapanya dengan senyumnya yang mengembang
Ku taruh mangkok berisikan sop ayam di meja makan
" Pagi Mas " balasku menjawab sapaannya
Aku kembali ke dapur mengambil ayam goreng untuk di sajikan di meja makan
Tak ku sangka Mas Imron menyusul langkahku
" Biar ku bantu " ucapnya seraya mengambil sepiring ayam goreng yang berada pada genggaman tanganku
Aku tersenyum mendapati perlakuannya yang begitu manis terhadapku
Aaah setelah sekian lama aku menunggu akhirnya hari itu datang juga .
Hari dimana aku di perlakukan layaknya pasangan oleh pasanganku sendiri
Hari dimana ada kehangatan yang tercipta dirumah ini.
Kami sarapan bersama tanpa sepatah kata, hanya senyum yang terus mengembang diantara kami apabila tak sengaja kami saling bertatapan.
Layaknya muda mudi yang jatuh cinta, kami nampak tersipu malu satu sama lain.
Untuk sesaat aku merasa di cintai dan di inginkan,
Oh tuhan .. beginikah rasanya di cintai oleh suami sendiri
Beginikah rasanya mendapat perhatian dari suami sendiri
Mas Imron menawarkan diri untuk mengantar dan menjemputku ke sekolah, tentu saja aku tak menolaknya.
Karena memang ini yang aku impikan sejak dulu
Aaah permulaan yang bagus semoga seiring berjalannya waktu hubunganku dengan Mas Imron semakin harmonis.
Hari hari yang ku lalui terasa sangat ringan.
Merasa mendapat tempat di hati Mas Imron membuatku tersanjung
Semakin bulat tekadku untuk terus mempertahankan rumah tanggaku, tak peduli walau sekencang apapun godaan di luar sana
Aku yakin, cintaku yang akan menang.
Ku bagi kisahku dengan Ibu, Ibu menitikan air mata karena terharu mendengarnya.
Ibu sangat berharap agar aku dan Mas Imron dapat menjalani rumah tangga yang selayaknya.
Ibu berharap aku dan Mas Imron selalu bersama dan menumbuhkan cinta yang semakin lama semakin kuat.
Drrrt Drrrrrrt …
Kuraih ponselku yang berada di dalam tasku, sepertinya pesan dari Mas Imron
Saat ku cek ternyata bukan dari Mas Imron. Tetapi dari perempuan murahan itu
Mau apa dia , fikirku.
Aku terkejut mendapati pesan yang barusan saja Devi kirim.
Tidaaaak tidak mungkin .
Akan ku buktikan, kalau perkataan Devi itu salah.
Hampir saja aku tak bisa berfikir langkah apa yang akan aku ambil.
Hatiku seakan berkata jika itu semua tak benar, Mas Imron tak mungkin berada disana.
Tetapi hatiku bergejolak seakan harus ada pembuktian di depan mata.
Bukannya aku ingin membenarkan segala ucapan Devi tetapi bukankah memang aku harus mengetahuinya sendiri agar tak ada tanda tanya besar di dalam diriku.
Diantara percaya dan meragu tetapi nyatanya memang bukan aku wanita yang ada di hatinya.
Meskipun Mas Imron selalu mengelak kedekatannya dengan Devi
Aku cukup sadar diri siapalah aku di mata Mas Imron, hanya perempuan yang kebetulan saja di jodohkan olehnya
sedikitpun aku bukanlah orang istimewa di dalam hatinya, meskipun ada Aldy di antara kita