Aku akan selalu mencintaimu

1000 Kata
" Ya ampun bekal makan siang Mas Imron ketinggalan. Kok bisa sih " Segera aku ambil ponselku dan memecet nomer Mas Imron tetapi tak kunjung mendapat balasan. " Lagi sibuk kali ya, apa aku antar kesana saja ya sekalian jemput Aldy " Aku segera bersiap untuk mengantarkan bekal ke kantor Mas Imron. Kebetulan aku sedang libur kerja. Dengan mengendarai motor matic andalanku , aku melaju di jalanan ibu kota yang cukup padat. Karena menggunakan motor jadi aku lebih cepat sampai di kantor Mas Imron. Ku pastikan penampilanku di depan cermin, dan dengan pasti aku melangkah masuk ke kantor tempat dimana Mas Imron mencari nafkah. " Selamat siang Mbak, saya mau menemui Pak Imron. Apa beliau ada di ruangannya ? " Tanyaku pada resepsionis " Siang Bu. Mohon maaf Pak Imron sedang ada tamu. Jika Ibu bersedia silahkan menunggu, Apa Ibu sudah buat janji dengan Pak Imron ? " " Saya istrinya Mbak, saya mau mengantarkan bekal makan siang Pak Imron yang tertinggal. " " Oh iya Bu. atau mau di titipkan saja nanti saya sampaikan kepada Pak Imron ? " " Oh gitu, kalau begitu tolong " " Eh Mbak Anita " Sapa Perempuan yang kini berdiri di dekatku Mataku terbelalak melihat dia berada disini. Ku lihat lagi nametag yang ada di bajunya. Staff marketing ? Dia Staff marketing di tempat Mas Imron bekerja, sejak kapan. Bukannya dahulu dia bekerja di perusahaan yang bekerja sama dengan kantor Mas Imron, lalu mengapa sekarang dia bekerja disini. " Mbak Anita pasti kaget ya. Kenapa aku bisa bekerja disini " Ucapnya mencoba menebak isi kepalaku " Lumayan sih mbak ada lah kalau 2 bulanan " Imbuhnya lagi. " Oh ya baguslah " ucapku singkat " Ya bagus memang, karena aku bisa bertemu dengan Mas Imron setiap hari " Jawabnya kemudian " Oh ya. Apa itu yang di bawa sama Mbak ? Duh , Mbak Anita tidak perlu repot-repot memikirkan Mas Imron sudah makan apa belum kan ada aku mbak disini, akan ku jamin Mas Imron baik-baik saja " Ucapnya kemudian Dan aku hanya manggut-manggut mendengar ucapannya. Ada sakit yang mendera ulu hatiku, meski Mas Imron selalu beralasan jika perasaannya kepada Devi hanya sebatas rasa kasihan . Tetapi tetap saja aku tak bisa menahan rasa cemburu ini . Bisa saja Devi malah memanfaatkan keadaan untuk mengambil hati Mas Imron. Mas Imron sendiri yang pernah bilang, jika cinta datang karena terbiasa. Lalu bagaimana jika dia terbiasa dengan kehadiran Devi di sisinya. Mungkinkah cinta di antara mereka akan mekar kembali . " Mbak , mau aku antar untuk menemui Mas Imron " Ajak Devi padaku " Tidak terimakasih, aku sudah cukup tenang sekarang karena ada kamu kan yang menjamin Mas Imron " jawabku dan ku lihat dia tersenyum. " Aku permisi dulu " ucapku kemudian berlalu . Air mataku jatuh tanpa bisa ku bendung. Apakah semua impianku untuk menciptakan keluarga kecilku dengan Mas Imron benar-benar hanya angan semata. Aku memang terlalu berani bermimpi akan bersanding dengan Mas Imron selamanya , harusnya aku cukup sadar diri bahwa pernikahan kita terjadi karena perjodohan. itu artinya Mas Imron melakukannya karena terpaksa, kalau pun sekarang ia mencintaiku. Ia tak sepenuhnya mencintaiku ada sudut kecil hatinya yang memang ia sisakan agar tak tersentuh oleh aku. Harusnya kini aku cukup sadar diri, dan harus mulai membiasakan diri jika nanti aku kehilangan Mas Imron. Ku sekah air mataku, ku gunakan helmku dan ku nyalakan mesin motorku. Aku bersiap untuk melaju " Anita " Teriak Mas Imron dan dia segera berlari ke arahku " Hai " ucapku " Kamu kesini ? kenapa langsung pergi " Tanyanya " Aku kesini karena mau ngasih bekal ini ke kamu, tadi tertinggal di rumah tetapi di dalam aku bertemu Devi. Jadi aku rasa, kamu sudah baik lah karena ada Devi. Mulai besok juga aku gak akan bersusah payah bikinkan kamu bekal Devi pasti sudah melakukannya dengan baik " Ucapku " Kamu apaan sih Nit. Kan istriku itu kamu " ucapnya lagi " Sudah Mas, aku tahu kamu sibuk. Aku mau jemput Aldy " ucapku " Aku antar ya " " Enggak Mas, kamu gak bisa ninggalin kerjaan kamu begitu saja" Bantahku " Sudah aku antar " ucapnya seraya mengambil alih motorku. " Pak Pak. Minta tolong ambilkan helm untuk saya " Ucap Mas Imron pada satpam dan si satpam segera mengambilkan pesanan Mas Imron " Mas, kamu mau kemana ? " Ucap Devi yang tiba-tiba muncul " Bukan urusan kamu " Jawab Mas Imron " Ya jadi urusan aku dong kan ini lagi jam kerja " Protesnya " Kerjaan kamu bukan mengurusi urusanku" Jawab Mas Imron " Ini pasti karena Mbak Anita nih jadi Mas Imron gak fokus kerjanya" Ucap Devi menunjuk ke arahku " Lagian Mbak ini ya, jadi istri itu harusnya dukung karier suami bukan malah ngajakin suami pergi di jam kerja. Mbak Anita kan berpendidikan, profesinya guru lagi kok gak disiplin sih " Cerocos Devi menyudutkanku Sabar Anita sabar , jangan tersulut emosi. Ucapku dalam hati untuk menguatkan diriku sendiri " Mana Pak helm saya ? " Tanya Mas Imron pada satpam dan si satpam segera menyerahkan helm pada Mas Imron. Dengan segera Mas Imron memakai helmnya dan menyuruhku untuk naik tak lama ia segera melajukan motor maticku. Dan ku lihat Anita berkacak pinggang melepas kepergian kami. Dia pasti marah karena Mas Imron bersikap cuek kepadanya. Aku tahu itu akan semakin membuatnya membenciku, sebab Mas Imron lebih memilihku . Mas Imron memegang tangaku dan mengarahkan tangan ku untuk memeluknya. Ku dapati dari pantulan spion, dia sedang tersenyum manis yang membuatku ikut tersenyum. Mas, Aku mencintaimu dengan seluruh hatiku. Aku mencintaimu sejak awal ketika kita bertemu. Aku mencintaimu sejak awal Bapak menjodohkannya denganmu. Aku mencintaimu tetap mencintaimu meskipun kamu mengabaikan aku Aku mencintaimu bahkan sampai detik ini, detik dimana aku harus menerima kenyataan bahwa ada perempuan lain yang juga memiliki rasa cinta yang hebat kepadamu. Meskipun saat ini kamu memilihku, tetapi ke khawatiran di hatiku tak dapat aku pungkiri. Dan jika pada akhirnya kamu berubah fikiran, lalu memilih dia. Bisa ku pastikan, aku masih tetap mencintaimu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN