Dengan terbata Mas Imron menjawab pertanyaanku " Devi " Ucap Mas Imron lirih Mataku membulat, terkejut dengan jawab Mas Imron tetapi dengan segera aku berusaha bersikap biasa saja " Oh Devi ada apa Mas ? " Tanyaku kemudian " Dia sudah sadar meski kondisinya belum stabil dan dia terus memanggil namaku " Jawab Mas Imron yang nampak hati - hati menyebut namanya di depanku.Mungkin saja dia menjaga perasaanku Cegluk Ku telan Saliva Mengapa harus Mas Imron. Mas Imron bukan dokter yang bisa menyembuhkan penyakit seseorang. Ucapku dalam hati Tetapi lagi - lagi aku seperti tak punya kekuatan untuk mengatakan isi hatiku yang sebenarnya kepada Mas Imron. Aku harus menahan cemburu dengan membiarkan Mas Imron datang menemui Devi. " Anita " Mas Imron mencoba memanggil namaku Ku coba m

