"Hai, Yud. Gimana... gimana?" Tanya Kara panik. Ia sampai lupa kalau harus memanggil Yuda dengan sebutan 'pak' selama di kantor. Yuda terlihat bingung."Gue juga bingung, ya harus gimana. Surat pengunduran diri lo udah gue terima. Udah gue laporin juga, sih ke kantor pusat. Awalnya enggak ada masalah. Tapi enggak tahu beberapa hari yang lalu kantor pusat telpon. Lo gak bisa resign. Lo masih terikat kontrak satu bulan lagi." Kara memegangi kepalanya yang mulai pusing."Ya ampun, Yud. Gue pikir kontrak gue udah selesai. Gue salah hitung ternyata." "Lo, sih, resign enggak konsul sama gue dulu. Memangnya kenapa resign? Memangnya gaji lo kurang gede?" Selidik Yuda. "Gue patah hati, Yud. Rian ternyata udah nikah sama wanita lain." Wajah Kara terlihat muram. Kesedihan jelas terlihat dari raut w

