"Aku tak pernah merasa begitu." Kara kembali membaca emailnya. Ia bingung sekali."Besok aku harus segera ke kantor. Jadi, boleh aku pulang?" "Ada apa?" "Pengajuan resignku ditolak. Jadi, aku harus kembali.ke kantor. Please... aku tidak bohong." Kara memandang Nic dengan 'puppy eyes-nya'. Nic mengangguk, lalu memeluk Kara dan mencium pipinya."Baiklah, sayang. Sore ini aku akan mengantarmu pulang. Dengan satu syarat...." Mata Kara mendelik.bagai kekasihmu." Kara mendorong tubuh Nic."Enggak." Nic melipat kedua tangannya di d**a sambil tertawa."Kalau begitu... usahalah! Pulang sendiri." Kara mendengus kesal."Nic aku harus keluar kota. Aku tidak bisa bernegosiasi." "Kamu tidak punya pilihan." Tatapan Nic seakan mengejek Kara. "Baiklah. Aku menerimamu tapi dengan satu syarat." Kini Kara

