Bab 21

1034 Kata

"Pak...Pak Saya, turun di sini aja. Saya naik taksi aja, Pak." Kara terlihat panik. Apa jadinya jika ia ikut ke rumah Adrey. Bisa-bisa ia dilempar pisau sama isterinya. "Enggak, Kar. Saya yang anterin kamu pulang. Cuma sebentar kok. Jangan takut... Di rumah ada Ibu, adik saya juga Titan." Adrey berusaha menenangkan Kara. "Beneran enggak apa-apa, Pak?" Kara mengigit bibir bawahnya dengan gugup. Adrey mengangguk yakin. Kemudian mobil memasuki halaman sebuah rumah yang sangat besar, bagaikan istana. "Pak Adrey orang kaya," ucap Kara dalam hati. Di teras rumah ada seorang wanita paruh baya bersama dengan anak laki-laki. Anak laki-laki itu berlari dan membuka pintu mobil. Tepat dimana Kara sedang duduk. Titan sempat terlihat bingung. Namun, Adrey langsung menyapa. "Hello... Nungguin Pizz

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN