Mengabaikan perihal ajakan Adrey, Kara pun bergegas pulang. Ia ingin segera berendam untuk merilekskan otot-ototnya yang kaku karena seharian bekerja.Ponsel Kara berbunyi saat ia sudah hampir setengah jalan. Kara menepikan mobilnya sejenak dan mengangkat telepon, mungkin saja itu telepon penting. "Halo?" 'Hai, Dear. Kamu tidak merindukanku?" tanya suara di sana tanpa basa-basi. Kara mengerutkan dahinya tanda ia sedang berpikir dalam kebingungan."Siapa, ya?" Suara di sana mendesah kesal."Kamu tidak mengenalku?" "Tidak. Kalau tidak ada perlu, ya sudah saya matikan. Saya sedang di jalan," balas Kara jutek. "Nic." Kara memutar bola matanya. Ia sudah tenang dengan tidak hadirnya lelaki itu dalam kehidupannya lagi."Oh, My God! Apa lagi, Nic?" "Malam ini kamu sibuk? aku ingin mengajakmu p

