“Kinan, bagaimana tugasmu apa sudah selesai?” Tanya Rendy sambil menatap Kinan yang kebingungan.
“Eh kak Rendy, belum kak aku bingung banget soalnya.” Jawab Kinan dengan malu sambil menatap kearah Rendy.
“Ya udah, sini aku bantu, tapi kamu harus memperhatikan ya.” Jawab Rendy dengan senyuman yang hangat.
“Iya, aku akan memperhatikan dengan baik..” Jawab Kinan dengan hangat.
Ketika Rendy sedang menjelaskan kepada Kinan, mereka berdua dihampiri oleh Roy dan Camilla.
“Woi Ren, kamu kemana aja dicariin juga daritadi.” Kata Roy yang membuat Rendy dan Kinan terkejut.
“iya , ini Kinan gak paham sama tugasnya, kalau kamu gimana mill?” Tanya Rendy sambil menjelaskan kepada Kinan.
“Aku sudah di bantu sama kak Roy tadi, kebetulan tadi ketemu kak Roy di depan perpustakaan.” Jawab Camilla sambil tersenyum
“aduh , udah kayak pasangan ya kak Roy sama Milla.” Sahut Kinan sambil tersenyum bahagia.
“Cocok ya nan, aku sama camilla?” Tanya Roy sambil Bercanda dan memukul kepala Camilla dengan sangat halus.
“Apaan sih Roy, bacot jadian ajalah kalian,” Jawab Rendy sambil tertawa kecil.
“Ih kak Rendy, apaan sih? Kalau aku sama kak Roy jadian, kakak kapan?” Balas Camilla kepada Rendy sambil tertawa.
“Tergantung sama Kinannya, dia mau kapan..” Jawab Rendy bercanda.
Tidak lama kemudian, bel sudah berbunyi sudah waktunya Kinan dan Camilla masuk kelas dan Rendy juga ada urusan dengan anggota kampus bersama dengan Roy.
***
“Ren, mau sampai kapan kamu menahan rasamu pada Kinan, aku sahabatmu, aku tau kalau kamu sudah tertarik dengan Kinan sejak awal ia masukkan.” Kata Roy sambil merangkul Rendy.
“Aku aja gak ngerti Roy, kenapa rasa ini semakin bertumbuh seiring berjalannya waktu, tapi aku tau satu hal bahwa Kinan hanya menganggapku sebagai kakaknya karena keluarga kami saling mengenal satu sama lain.” Jawab Rendy dengan berat hati.
“Bro , you never know if you never try.” Jawab Roy sambil memukul pundak Rendy.
“Entah aku tidak berani berharap apa-apa dengan Kinan, tapi aku akan terus menunggunya.” Jawab Rendy pasrah.
“Ayolah Ren, kamu harus jujur dengan perasaanmu, mau sampai kapan kamu hanya berdiri disini? Kamu yakin kamu bisa melihat dia sama yang lain?” Tanya Roy dan memberi semangat pada Rendy.
“Ya sudahlah, aku biarkan waktu saja yang menjawab, karena aku tidak berani berharap apapun untuk saat ini, percuma kalau akhirnya ternyata ya tidak sesuai yang aku harapkan yang tertinggal hanya lukanya saja.”Jawab Rendy dengan halus.
“Iya udah, intinya kalau emang kamu sayang, kamu harus berusaha untuk mendekatinya meskipun sulit, tapi lama-lama ia juga akan luluh dengan sendirinya bukan,” Jawab Roy dengan semangat.
Rendy tidak yakin mengenai rasa yang ia miliki, ia hanya berpikir bahwa rasa itu akan segera hilang dan ia bisa bersikap seperti biasa saja dengan Kinan tapi hal itu ternyata ini akan memakan waktu lama untuk usai.
Rendy tidak ingin berharap apapun dengan Kinan, ia hanya menjaga dan melindungi Kinan meskipun ia harus siap menerima resikonya di kemudian hari, jika Kinan harus bersama orang lain bukan dengannya.