Masih dengan kebingungannya, Kyana menatap makam yang ada di sebelah makam sang ayah. Ia tak bisa percaya begitu saja ucapan pria tadi. Namun, ia juga tak bisa untuk mengabaikannya begitu saja karena lebih dari setahun mengenal pria itu, dia tahu sekali bagaimana raut wajahnya ketika sungguh-sungguh dan berbohong. Dan yang ia lihat tadi adalah mata yang tak menunjukkan kebohongan sama sekali ketika berbicara. "Apa dia hanya mengelabuhiku saja dengan makam ini karena sebenarnya dia memang ke sini hanya untuk berkunjung ke makam ayah?" Bukan rahasia lagi bagi Ardika akan tempat makam ayah dari kekasihnya itu karena mereka kerap kali datang bersama ke tempat ini. Namun, selama ini Ardika tak pernah mengatakan apa pun tentang makam di sebelah kanan tersebut meski beberapa kali Kyana melihat

