Pagi ini Kyana ke toko kue lebih awal dari biasanya. Semalam dia tak bisa tidur nyenyak akibat perlakuan si pria yang baru saja disebut sebagai calon suaminya. "Haiii, tunggu sebentar, main nyelonong saja. Sini! Ada yang harus kita selesaikan!" Suara itu membuat Kyana menghentikan langkahnya saat baru masuk toko. Kyana tak kaget karena pintu toko tak terkunci, artinya salah satu yang memegang kuncinya sudah ada di dalam toko. Ia menoleh ke sumber suara yang ternyata telah menatapnya dengan tatapan yang memindai dari atas sampai bawah begitu sebaliknya. "Apa, Catherine?" Kyana yang mengantuk balik bertanya, membuat Catherine memicingkan mata. Ia memutari tubuh Kyana seolah memindai seluruh bagian tubuh Kyana. "Ada apa Catherine?" Kyana yang merasakan keanehan itu menjadi risih ditatap

