Sudah khawatir sedemikian rupa dari pagi kepada gadis yang tinggal di apartemennya, siang hari apa yang dia takutkan ternyata benar terjadi. Gadis itu hanya berpura-pura. Tadinya Zeen ingin menemaninya di sana karena gadis itu sakit, hanya saja ide dari salah satu orang kepercayaannya dituruti juga untuk mengetes kejujuran gadis itu, dan tetap ada Ameer yang mengawasi dari jauh untuk melaporkan setiap pergerakannya. Akhirnya yang Zeen temukan adalah hal yang membuat amarahnya naik, bahkan Ameer yang selalu ingin membuat tuannya itu senang, dia harus terkena luapan marah sang tuan. Kini pria itu telah berada di jalan raya, memacu mobilnya lebih kencang untuk segera sampai di apartemen. Saat di tengah perjalanan Ameer menelponnya, membuat sang tuan semakin kesal kepada pria itu. "Ada a

