Episode 83

1066 Kata

Di siang yang panas, ruang tamu rumah milik si kembar Jack dan Max sudah dipenuhi dengan wajah-wajah serius penghuninya. Bahkan Darren yang baru sampai setengah jam lalu juga memasang wajah tak bersahabatnya. "Siapa pengirim rahasia ini, ya?" Satu pertanyaan yang Jack keluarkan mewakili mereka semua. Kotak berukuran sedang yang berisi buku diletakkan seseorang di meja yang ada di teras rumah dan tak ada satu pun dari mereka tahu siapa yang melakukan itu. "Sepertinya ada yang mulai mengenaliku di sini," lirih Ardika dengan tatapan fokus ke depan. Ucapannya sontak membuat tiga temannya menatap ke arah Ardika. Lalu, mereka saling melemparkan tatapan penuh ketegangan. "Tuan muda, itu artinya kau dalam bahaya," sahut Max menggebu. "Ya, apalagi dengan pesan yang pengirim misterius ini tul

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN