Ardika pikir setelah berbicara dengan kedua orang tuanya dan memberikan pengertian sedemikian rupa hingga disetujui pergi, ia sudah bebas dan tinggal memikirkan bagaimana ia berangkat dengan segera bersama Brian. Namun, satu lagi masalahnya, pria itu belum bisa bertemu sang asisten sejak hari mereka beradu argument. Sang asisten hilang bagai ditelan bumi dan semua bodyguard pun tak tahu ke mana perginya. Menurut pengakuan Erik, sore hari setelah pria itu datang ke villa dengan wajahnya yang kesal, ia kemudian pergi dengan mobilnya entah ke mana hingga sampai hari ini belum ada kabar apa pun darinya. Mendapat informasi tersebut dari Erik, Ardika meraup kasar wajahnya dan beberapa kali menyugar rambutnya yang mulai memanjang. Ia tak habis pikir apa yang kiranya ada dalam pikiran sang asis

