Erik melepaskan napas berat setelah beberapa kali ia menarik napas dalam-dalam dengan pikiran tak tenang. Kini ia tengah duduk di kursi tunggu yang terletak di depan ruang rawat inap Lotus 21, bersebelahan dengan ruang rawat inap Lotus 22. Kedua ruang tersebut dihuni oleh orang-orang yang dikenal pria itu. "Kau tenanglah, kita do'akan mr Brian baik-baik saja," ucap seorang gadis yang kini duduk di sampingnya, dan kata-kata tadi adalah ucapan pertama yang keluar dari bibir gadis itu setelah keduanya terdiam sekitar 30 menit lalu. "Pasti, dia pasti akan baik-baik saja, Catherine. Aku tak akan pernah bisa memaafkan diriku jika terjadi suatu padanya. Aku sangat berharap dia segera bangun dari komanya." "Jika kau yakin, tenanglah. Serahkan semuanya kepada yang maha berkuasa, Rik." Catherine

