"Jadi mau pada pulang sekarang, nih?" Dika menatap dua orang di depannya itu yang kini sedang menyampaikan ucapan pamit untuk pulang ke Tanah Air. Sudah tiga hari mereka berada di Groningen, bayangan istri mereka masing-masing seolah melambai menyuruh mereka untuk segera pulang. "Emangnya lo mau ditungguin? Elo yang iya, gue yang ogah." Ryan menimpali seenaknya. "Hahaha, dasar lo, ya. Ga ada berubah-ubahnya sama gue. Masih cemburu lo?" "Elah, bini gue udah sah jadi milik gue, ngapain juga cemburu sama jones?" "Sarkas amat lu ngomong. Kualat lu ntar. Inget, gue lebih tua dari lu, meskipun mula lu lebih tua!" Puk!! "Aarg! Bangke lu mah!" Baim yang baru keluar dari toilet hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Ni orang dua kapan akurnya, ya? Heran gue," dengkus pria sembari merapik

