Episode 52

1121 Kata

Sepulang dari pemakaman, Kyana meminta taksi membawanya menuju toko kue yang setiap hari selalu ia kunjungi sebelum negara api menyerang. Bangunan berwarna biru muda itu tampak tak seramai biasanya. Terbukti dari hanya sedikit motor yang terlihat di depan sana. Kyana tersenyum getir melihat seorang wanita paruh baya keluar dari dalam toko dengan kresek yang dimasukkan ke bak sampah. "Ibu," lirihnya sembari tersenyum," akhirnya Kya bisa melihat ibu lagi." Kya yang hampir menangis jadi menahan air matanya karena sopir taksi mengajaknya berbicara. "Hmm, mohon maaf Nona, sampai kapan kita akan berada di sini? Apakah Nona ingin diantar ke sana atau bagaimana?" Setelah hampir satu jam berdiam diri dipinggir jalan tanpa tujuan, sang sopir taksi akhirnya memberanikan diri untuk bertanya kep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN