bc

Takdir Yang Menyakitkan

book_age18+
1.3K
IKUTI
9.1K
BACA
forced
goodgirl
CEO
drama
sweet
serious
city
like
intro-logo
Uraian

Tidak ada satupun wanita yang menginginkan nasib menjadi istri kedua dalam pernikahannya.

 

Dia Alya Kinana, berusia dua puluh tahun, terpaksa harus menjadi istri kedua dari seorang pria yang bernama Afzal Reyhan, demi mempertahankan kehormatan sebagai wanita yang dijadikan jaminan hutang oleh keluarganya, karena sebuah kesalahan yang sangat fatal.

 

Bukan pernikahan seperti itu yang ia inginkan, tidak ada kebahagiaan di atas penderitaan orang lain, lalu apa yang harus Alya lakukan? bagaimana cara dia menjalani hidup dengan status menjadi istri kedua? Lalu apakah akhirnya ia akan bahagia hidup bersama Reyhan, atau malah menemukan kebahagiaan dengan pria lain, dan menjadikan ia istri satu-satunya?

 

Inilah kisah Alya Kinana, berjuang demi kehidupan yang dipenuhi dengan air mata, menuju masa depan dengan kebahagiaan yang hakiki.

chap-preview
Pratinjau gratis
Part 1 : Tawanan
Afzal Reyhan pria berusia tiga puluh lima tahun itu pulang ke rumah dengan keadaan sangat marah tatkala perusahaannya mengalami kerugian akibat dari kecerobohan seseorang, sehingga ia harus kehilangan tender besar yang bernilai triliunan rupiah. Semua tertunduk diam, saat Reyhan melempar berkas yang ada di atas meja, memaki semua karyawannya, dan menganggap mereka tidak becus dalam bekerja. "Kami tidak pernah mengirim data kepada siapa pun, Tuan. Bahkan kami saja sangat terkejut kenapa sampai file itu terkirim kepada lawan bisnis kita," ujar salah satu karyawan coba menjelaskan. "Jangan melawan saya! sekalipun kalian tidak mengirim file itu, kalian pasti melakukan kesalahan yang membuat file itu terkirim kepada perusahaan saingan kita." "Saya tidak mau tau, cepat lihat CCTV siapa saja yang masuk ke dalam ruang meeting, sebelum meeting dimulai, atau sesudah meeting selesai." "Pergi, dan cari pelakunya sampai dapat, saya tidak ingin menunggu sampai besok. Kalau kalian tidak menemukannya hari ini, kalian akan saya pecat tanpa uang sepeserpun, Mengerti?" Hardiknya benar-benar sangat emosi. "Mengerti, Tuan." Saut mereka bersamaan, lalu mereka pun segera pergi dari ruang kerja Reyhan dengan tergesa-gesa, juga perasaan cemas. Kerugian yang tidak sedikit, membuat emosinya berapi-api, lalu ia duduk bersandar di atas kursi kebesarannya, sambil memijat pangkal hidungnya yang terasa pening. Keadaan seperti ini, hanya sang istri lah yang bisa membuat seorang Rayhan tenang, ia memerintahkan Bram, selaku asisten pribadinya, untuk memanggil sang istri, dan meminta ia segera menemuinya di ruang kerja. Annisa Zahra, berusia tiga puluh tahun, memiliki paras cantik, merupakan seorang istri dari Afzal Reyhan, yang setia mendampingi hidupnya selama bertahun-tahun, walaupun kerap kali ia mendapatkan perlakuan yang kurang adil karena sikapnya yang sering kali berubah dalam waktu singkat, dia bisa bersikap sangat lembut, bahkan seketika berubah menjadi kasar. Bram yang mendapat perintah pun langsung pergi mencari Annisa yang bisanya sedang berada di taman, atau mungkin sedang bermain di ruang keluarga bersama sang anak. Namun, sosok penyejuk itu tidak ia dapati di ruangan mana pun, sehingga ia kembali menghadap Reyhan tanpa membawa Annisa. "Kemana dia?" tanya Reyhan kembali emosi. "Semua pembantu tidak ada yang tau, Tuan. Mobil Nyonya pun tidak ada di garasi," saut Bram tertunduk berdiri di hadapan Reyhan. Reyhan meraih ponsel yang ia letakkan di atas meja, lalu menghubungi Annisa melalui sambungan telepon, tidak lama panggilan pun terhubung. "Assalamualaikum, Mas," ucap salam Annisa. "Di mana kamu?" Dia langsung mengajukan pertanyaan tanpa menjawab salam dari sang istri, membuat Annisa menghela nafas dalam, dengan kebiasaan sang suami yang jarang sekali menjawab salam darinya. "Aku di Mall sama Abiyu, Mas. Kita.." "Sejak kapan kamu pergi dari rumah tanpa meminta izin dariku?" Sela Reyhan memotong ucapan Annisa. "Aku memang nggak izin? tapi aku kan kirim kamu pesan, Mas." "Jangan banyak alasan, cepat pulang sekarang!" ucapnya dengan membentak. Sikap Reyhan begitu kasar kepada sang istri. Dia memang bukan tipe pria yang ringan tangan, hanya saja setiap kali keinginannya tidak bisa dipenuhi, dia akan marah tanpa memikirkan perasaannya. Malam hari, Reyhan yang saat ini sedang tertidur lelap, mendapat sebuah panggilan telepon, mengabarkan kalau anak buahnya sudah menemukan orang yang sudah membocorkan rahasia perusahaan. Begitu mendapatkan, Reyhan pun langsung bangkit dari tidurnya, lalu pergi ke rumah si pengkhianat tersebut. Begitu sampai di tempat tujuan, mereka membuka paksa pintu rumah itu dengan cara didobrak dari luar, membuat si pemilik yang sedang tidur pun mengerjap terbangun, lalu keluar untuk memeriksa. "Tuan, Reyhan?" Pak Chandra yang tahu akan tujuan Reyhan bahkan tanpa berkata, langsung berlutut di hadapan Reyhan melipat tangannya memohon ampunan. "Ampuni saya, Tuan. Saya tidak sengaja melakukannya" "Dan hal yang kamu anggap tidak sengaja itu sudah membuat perusahaan saya mengalami banyak kerugian!" hardik Reyhan yang sudah tidak bisa lagi menahan emosi. "Ampuni saya, Tuan!" Reyhan yang tidak ingin berbasa-basi lagi, langsung melempar beberapa berkas di hadapan Pak Chandra, lalu ia pun membacanya. "Dua triliun?" Matanya terbelalak saat melihat banyaknya angka nol di belakang angka dua. "Ini tidak mungkin, Tuan," ucapnya dengan menggelengkan kepalanya, menatap tidak percaya. "Serahkan diri kamu ke polisi, atau bayar semua kerugian dalam satu bulan," tegas Reyhan kembali membentak. "Saya bisa dapatkan uang dari mana, Tuan. gaji saya dalam satu tahun pun tidak akan sanggup membayar kerugian sebanyak ini," ujar Pak Chandra seraya meminta belas kasih dari seorang Reyhan. "Saya tidak peduli uang dari mana, saya hanya menginginkan anda membayar semua kerugian saya, atau serahkan diri kamu kepada polisi." Keributan di luar, membangunkan sang istri yang sedang tertidur pulas, lalu ia pun keluar untuk memeriksa. "Ada apa ini?" tanya Bu Ratna selaku istri dari Pak Chandra, terkejut melihat sang suami sedang berlutut di bawah kaki seseorang yang belum ia kenal, kalau Rayhan adalah atasan suaminya. "Ini masalah pekerjaan, masuk ke kamar!" titah Pak Chandra kepada sang istri, sedangkan Bu Ratna yang keras kepala, memilih menghampiri suaminya, hendak membantu ia untuk berdiri, tetapi langsung dicegah oleh Bram yang juga ada di sana. "Sebaiknya anda kembali masuk ke dalam, Nyonya. Karena ini bukan urusan anda." Bu Ratna mengibaskan tangan Bram, dengan kasar. "Kalian berada di rumah saya, saya tuan rumahnya di sini." "Ratna!" Suara Pak Chandra membentak. "Kenapa? kamu jangan mau diinjak-injak oleh mereka, Mas. Bangun! kita punya harga diri." "Diam!" suara Reyhan membentak, membuat semua orang terdiam. "Anda tidak perlu banyak bicara, Nyonya. Ambil berkas itu, dan simak baik-baik apa isinya." Bu Ratna yang penasaran, langsung meraih berkas itu dari tangan sang suami, lalu ia pun mulai membacanya. "Gila. Ini benar-benar gila. Kesalahan apa yang kamu lakukan, Mas?" Sang istri yang tadinya membela, kini berbalik menyerang sang suami dengan memukul bahunya beberapa kali, hingga kehadiran seorang gadis cantik menghentikan keributan itu, saat ia memanggil Pak Chandra juga Bu Ratna dengan panggilan Om dan Tante. Semua menoleh ke arah sumber suara, dia gadis cantik bernama Alya Kinana, memiliki postur tubuh yang tidak terlalu tinggi, menampakkan sisi dengan lekuk tubuh seperti biola, juga kulit putih yang terekspos bebas karena jenis baju yang ia kenakan sedikit menampakkan bahunya yang begitu mulus. Dia yang terpesona, terus menatap wajah gadis itu tanpa berkedip, sedangkan Pak Chandra yang menyadari kalau Reyhan tertarik kepada keponakannya, langsung terbesit ide licik agar ia bisa selamat dari tekanan Reyhan yang meminta ganti rugi kepadanya. "Tuan, saya tidak sanggup kalau harus membayar uang sebanyak itu dalam waktu satu bulan. Saya tidak memiliki apa pun untuk dijual, saya hanya memiliki keponakan yang mungkin berkenan untuk dijadikan sebagai jaminan selama saya belum bisa membayarnya. Mendengar hal itu, sontak Alya melayangkan protes. "Om, apa yang Om katakan? kenapa Om menjadikan aku sebagai jaminan? apa yang terjadi, Om. jawab aku!" Alya yang baru saja pulang, terkejut mendapati Om dan Tantenya tengah bersimpuh di hadapan orang yang tidak ia kenal, apalagi saat mendengar kalau ia akan dijadikan sebagai jaminan, jelas Alya menolak. Ia melangkah mundur hendak melarikan diri. Akan tetapi, langkahnya terhenti saat Bram mendapat anggukan dari Reyhan, dengan sigap ia menangkap tubuh gadis itu, lalu membawanya masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di depan rumah.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.9K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.2K
bc

TERNODA

read
199.1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
66.1K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook