"Kenapa kamu tidak mengakui kepada orang tuamu, kalau aku juga istrimu, Mas?" tanya Alya saat mereka masih berada di dalam gudang. "Tidak semudah itu, Sayang. Aku butuh waktu," Reyhan menjawab seraya menggenggam tangan Alya dengan erat, menatapnya sendu. "Kenapa?" lirih Alya. "Mereka akan marah, mereka pasti menjauhkan kita dan parahnya lagi, mereka pasti meminta aku menceraikan kamu." "Kalau begitu, ceraikan aku!" titah Alya tanpa ragu. "Alya ..." suara Reyhan membentak. "Sudah aku bilang, jangan meminta aku meninggalkan kamu, karena itu tidak akan pernah terjadi." "Lalu mau kamu apa?" Suara Alya juga berteriak, sambil mendorong tubuh Rehan hingga ia terhuyun satu langkah ke belakang. "Kamu tidak mengakui aku di depan semua orang, kamu tidak mau menceraikan aku, sedangkan aku di sin

