Awalnya Alya ingin pergi tanpa meninggalkan pesan. Namun, karena ia menghargai Annisa, juga Reyhan yang kini sifatnya sudah mulai berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi, Alya memutuskan untuk pergi dengan cara baik-baik, dan bermalam satu malam lagi di rumah besar tersebut. Waktu berjalan, hari kini berganti pagi, matahari yang baru saja menampakkan cahayanya, menyeruak ke dalam kamar Alya, sinarnya menyinari wajah cantik itu, lalu ia pun terbangun. Bangkit dari tempat tidur, lalu berjalan menuju cermin rias, melihat betapa menyedihkan dirinya saat ini. "Mataku terlihat sembab, padahal aku hanya sedikit menangis," ucap Alya sambil mengucek mata, berusaha menyamarkan. "Sepertinya aku harus mandi, setelah ini aku akan merapihkan baju-baju ku untuk aku bawa pergi." Alya melepaskan s

