25 : Meredakan Amarah

2221 Kata

Paman muda marah besar? Iya! Tapi jangan membayangkan dia marah besar yang begitu ekspresif pakai acara jerit-jerit atau banting-banting barang.  Kalau marah, Paman muda justru diam seribu bahasa.  Dan wajahnya yang biasanya imut menggemaskan itu berubah  menjadi dingin seperti es batu. Aku tahu dia marah gegara apa.  Tapi masa dia enggak mau memberiku kesempatan untuk menjelaskan yang sebenarnya terjadi!  Aku disini juga korban loh.  Korban salah sangka karena ketololanku.. Haissshhh! Kuakui ini memang salahku hingga dengan tololnya aku mengira Mamah yang dilamar Boss Mantan.  Dan berakhir tanpa sadar aku mengiyakan lamaran yang  sebenarnya ditujukan buatku! Begitu datang Paman muda syok mengetahui aku dah bertunangan dengan Boss.  Dia marah besar.  Dia menatapku seakan ingin menela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN