Pagi-pagi, Paman muda dah sewot. Gegara Boss Mantan datang menjemputku, mengajak bersama-sama berangkat ke kantor. "Ih, dikiranya ini masih jaman SMA apa? Cih. Berangkat bareng ke sekolah!" gerutu Oh Kam Pret. Aku tak menanggapi sepatah katapun. Makin ditanggapin, bisa memicu Oh Kam Pret semakin menjadi! Lihat saja, sekarang bibirnya dah manyun, maju sesenti. "Woi, Chacha Maricha! Pokoknya lu wajib mengantarku ke kampus!" tuntutnya arogan. "Paman muda, bukannya kata lu sudah gak jaman nganter anak sekolah," sindirku mengingatkan. "Kecuali aku. Kan aku punya prinsip sendiri, Chacha. Bukan korban mode!" Cih, bisa aja dia ngeles. Terpaksa aku menemui Boss Mantan dan menjelaskan kalau aku harus mengantarkan Paman muda ke kampus. "Ban motor Paman muda bocor, jadi aku harus mengan

