27 : Salah kaprah

1994 Kata

Aku pikir semua sudah beres setelah aku menjelaskan pada Boss Mantan. Hubunganku dengan paman muda juga sudah membaik.  Terlalu mesra malah.  Rumah kayak milik berdua.  Kebetulan emang beberapa hari ini Nanay dan Mamah punya kesibukan tersendiri. "Woi, Chacha Maricha!  Betul tah hari ini Nanay dan Kakak gak tidur di rumah?" Aku mengangguk mengiyakan. "Katanya mereka menginap di rumah teman.  Mau membantu teman yang bentar lagi punya hajat.  Kepo kok Mamah sama Nanay," sahutku. Oh Kam Pret tersenyum smirk mendengar cemoohanku. "Itu kepo bermanfaat, Chacha.  Mereka kepo, supaya kita bisa bersenang-senang." Ish, senang-senang versi Oh Kam Pret pasti konotasinya yang enggak-enggak deh. "Senang-senang apaan?  Pasti kamu berniat m***m lagi!" tuduhku langsung. "Ah, yang dimesumin juga ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN