28 : Misteri Bra Cinderella

2056 Kata

"Pssstttt!  Cha, aman!" bisik Oh Kam Pret lirih.  Dia melambai-lambaikan tangannya, mengajakku masuk ke ruangan kantor. Oke, aku tahu ini sudah malam.  Dan aku kemari bukan gegara mau lembur.  Tapi karena mau numpang tidur. Paling enggak malam ini saja. Aku dan Oh Kam Pret dengan cerobohnya memutuskan minggat berdua.  Nah, daripada terlunta-lunta di jalanan, kami memutuskan tidur di kantor.  Miris betul kami.  Ini namanya minggat membawa sengsara. "Ternyata minggat bisa membawa nikmat," gumam Paman mudaku riang, aku mendelik kesal padanya. "Nikmat apa?!  Kita ini udah kayak gelandangan, Kang Pek!" sahutku gusar. "Gelandangan elit yang kasmaran," kekeh Oh Kam Pret geli. Dia mendekatiku dan memelukku dari belakang.  Tangannya yang nakal mengelus perutku, terus naik keatas.  Dia meremas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN