Revita keluar dari kamar mandi rumahnya. Seragam putih abu-abu telah melekat apik membalut tubuhnya yang ramping. Bibir pucat itu mulai bersenandung kecil menuju kamarnya. Langkah Revita terhenti di depan kamar, tatkala telinganya mendengar suara orang berbincang di ruang tamu. Dahi Revita sedikit berlipat, tidak biasanya ada tamu yang datang sepagi ini ke rumahnya. Revita mengurungkan niat untuk masuk ke dalam kamar. Kedua kakinya kini justru melangkah menuju ruang tamu karena suara seseorang di sana seperti tidak asing di pendengarannya. "Lo?!" Kedua mata Revita membulat sempurna saat mengetahui siapa orang yang tengah duduk di sofa rumahnya. Revita dapat melihat jelas kedua orang itu. Oma dan Vano yang kini menoleh ke arahnya. "Hai, Revi!" sapa Vano dengan santainya. Bahkan sebel

