Permintaan sang buah hati

2258 Kata

Pagi ini, selepas olahraga, Vano terlihat begitu gelisah. Bahkan Revita dibuat keheranan melihat suaminya yang sibuk mengorek isi kulkas entah apa yang sedang ia cari. Terlebih pada mulut Vano kini terselip irisan jeruk lemon yang pasti sangat asam di lidah. "Buah apelnya habis, Rev?" tanya Vano pada akhirnya. Sepertinya laki-laki itu menyerah mencari barang yang tidak ditemukan. Revita menghela napas. Tangan kanannya sibuk mengusap perutnya dengan lembut. Usia kandungannya kini sudah berjalan dua bulan. Dan selama itu Revita tidak pernah mengidam. Tapi Vano lah yang terus-terusan ingin ini itu. "Kan lusa kamu habisin." Vano berdecak. Dengan kurang ajar, lemon di lidahnya ia letakkan di dalam kulkas. Laki-laki itu berdiri. Dia terlihat uring-uringan dengan sorot mata kesal. Sudut bibir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN