Permohonan

1748 Kata

Selepas upacara berlangsung, semua siswa langsung berhamburan untuk masuk ke dalam kelas masing-masing. meskipun sebagian dari mereka ada yang berbelok ke toilet ataupun kantin. Revita sendiri lebih memilih untuk menuju kelas. Menyandarkan tubuhnya pada punggung kursi kayu. Sebelah tangannya kini sibuk mengipas wajahnya dengan topi abu-abu yang baru saja ia kenakan. "Jadi ... Selama ini Vano tinggal di rumah elo, Rep?" Novi bertanya serius suisai menegak air mineral milik Revita. Revita mengangguk sebagai jawaban. "Aduh!" Revita tiba-tiba mengaduh kesakitan saat seseorang dengan lancang menjitak kepalanya dengan kepalan tangan. Revita refleks memutar kepalanya, menyorot tajam pada Anam yang malah haha-hihi menjauh darinya. "Biar pinter!" teriak Anam tanpa tahu dosa. Revita mendengus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN