Bibir pucat, kering dan mengelupas di bagian bawah itu mengerang. Revita menarik selimut hingga leher. Merasakan seluruh tubuhnya panas, namun dia juga merasa sangat kedinginan. Revita mencoba membuka kedua matanya yang teramat berat. Tenggorokannya pun terasa sangat kering. Revita mengerjap-erjap saat cahaya setebal rambut masuk di cela kelopak matanya. Napas panas keluar dari mulutnya. Tatapan mata wanita itu begitu sayu. Revita meringis saat seluruh tulang-tulang tubuhnya serasa remuk dan memar. Revita kian mendekap selimutnya. Menghalau rasa dingin yang membuat dadanya sesak dan sedikit sulit untuk bernapas. "Revita, Sayang, kamu sudah bangun?" Kepala Revita menoleh pada pintu kamar yang baru saja dibuka dari luar. Tatapan Revita begitu redup melihat suaminya masuk dengan membawa m

