Pulang

1365 Kata

Vano menguraikan pelukannya. Sepasang mata Revita dan Vano saling tatap dalam diam. Detik berikutnya, mereka berdua tertawa saat melihat wajah-wajah sembab penuh dengan air mata. "Gila, gila! Cengeng banget sih, gue!" Vano tertawa dan mengusap wajahnya dengan gusar. Revita pun melakukan hal yang sama dengan mengusap kedua matanya. "Tau tuh! Gue jadi ketular cengeng! Resek emang lo!" Vano lantas terkekeh. Sebelah tangannya mencubit hidung Revita yang memerah dengan gemas. "Lo gak nangis aja udah jeleek, Rev. Ditambah nangis kek gini. Gaada beda lo sama monyet!" ledek Vano mengacak rambut Revita dengan tertawa renyah. "Bacot lo dasar!" sahut Revita dengan sedikit menekuk bibirnya ke bawah. "Hahaha. Dunia emang adil ya, Rev." "Adil apaan?" "Gue ganteng. Lo jeleek. Baguslah buat perb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN