Aku yang ketiduran saat itu merasakan usapan yang membelai kepalaku dengan lembut. Dan terdengar seseorang memanggil namaku. “Asha, kamu ketiduran ya?” tanya seseorang padaku. Aku pun membuka mata dan melihat Yennie sedang membelai lembut rambutku sambil tersenyum hangat. “Hai…” sapaku saat mendapati Yennie tengah duduk di depanku. “Kenapa? Lesu banget kayaknya” ucap Yennie yang sedang memperhatikanku. “Gak kenapa-kenapa. Cuma sedih aja nanti kita nanti akan jarang ketemu karena harus kembali ke rutinitas masing-masing” ucapku. Yennie tertawa setelah mendengar ucapanku. “Tapi kan nanti kita bisa janjian untuk ketemu lagi pas di Jakarta. Bisa cerita-cerita lagi kayak sekarang. Aku juga masih penasaran dengan kelanjutan cerita kamu dengan Ben” ucapnya sambil menatapku dengan jahil. A

