Bimbang hati. Mungkin itu yang Belvina rasakan karena hampir selama beberapa menit dia terdiam di depan restaurant hanya untuk bergulat dengan fikirannya menentukan kemana dia harus melangkah. Belvina memejamkan matanya, menarik nafas panjang lalu berkata. “ Gue gak suka Barra dan hanya cinta sama Zayn, jadi gak perlu fikirin perasaan Barra karena perasaan gue lebih penting. Gue ingin bahagia dalam menjalin hubungan karena cinta bukan terpaksa! “ Belvina menghela nafasnya seraya membuka mata dan dia mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam restaurant pertanda dia memilih Zayn. Itu artinya, Belvina mengorbankan Barra yang harus merasakan kecewa. “ Zayn maaf ya agak telat. “ Ucap Belvina yang baru saja datang langsung duduk dihadapan Zayn yang sudah menunggunya sejak lama. “

