Suara jangkrik saling bersahutan, lampu – lampu yang berada disisi jalan sangat redup serta semilir angin malam yang begitu dingin menusuk kulit Belvina. Gadis itu mengusap lengannya sendiri sambil terus melangkahkan kakinya bersama sosok lelaki yang tadi mencuri ciuman pertamanya dibioskop. Zayn memperhatikan gadis itu, ia tak banyak bicara dan langsung melepaskan jaket yang sejak tadi melekat ditubuhnya, lalu dia balut punggung Belvina dengan jaket miliknya itu. Belvina terkejut ketika jaket milik Zayn sudah menempel di tubuhnya. “ Gak usah, Zayn. Nanti kamu kedinginan. “ Ucap Belvina menoleh kesamping atau lebih tepatnya ke arah Zayn. “ Santai aja. “ Zayn tersenyum. “ Kamu lebih penting. “ Ungkapnya membuat Belvina tersipu malu. “ Kamu yakin mau anterin aku sampai depan

