Sejak tadi Lia tidak berhenti menggerutu karena Belvina terlalu lama membuatnya menunggu di kantin, sedangkan Belvina sendiri hanya diam saja mencoba untuk menikmati makanannya meskipun dia jadi tidak nafsu makan karena kejadian yang menimpanya. “ Emang lo kemana aja sih, kok lama banget? “ tanya Lia. “ Terus itu kenapa mata lo agak sembab? Lo habis nangis? emang nangis gara – gara apa? diputusin cowok? atau diselingkuhin? “ Belvina tak menjawab, ia menundukkan kepalanya tak bersemangat. Mata Lia beralih menatap sesuatu yang melingkar di leher Belvina. “ Syal punya siapa yang lo pakai? Perasaan lo gak punya ataupun bawa syal ke kantor, deh? “ Lia terus saja bertanya – tanya. “ Lia tanya – tanya nya nanti aja ya, gue lagi gak mood ngobrol. “ Akhirnya Belvina mau bicara setel

