Pulang kerja, Belvina tak sengaja bertemu dengan Barra saat antri lift. Kali ini lelaki itu tidak menghindar karena Belvina pun sama sekali tidak menegurnya. Zayn berhenti sebentar untuk menyapa Belvina sedangkan Barra dan Devo langsung masuk ke dalam lift. “ Belvina, mau bareng? “ tawar Zayn, tapi Belvina menggeleng. “ Yaudah aku duluan ya. “ Zayn pun buru – buru masuk kedalam lift. Ketika pintu lift secara perlahan tertutup, tak sengaja Barra dan Belvina saling bertatapan sampai akhirnya pintu itu tertutup rapat. Ada rasa kecewa yang timbul di hati Barra ketika Belvina tidak menegurnya. Tapi, bukankah itu yang Barra inginkan? Lalu mengapa ketika gadis itu mengabaikannya Barra harus merasa risau. Tak hanya Barra saja yang bersedih, sebenarnya Belvina pun juga merasakan begitu

