M.A.B (49)

3101 Kata

Sudah jam istirahat, bukannya makan siang justru Barra malah melamun saja di ruangannya. Sejak pagi dia masih sibuk memikirkan cara menaklukan Belvina. Tak lama, Zayn dan Devo masuk ke dalam ruangannya.   “ Bar, ayo ke kantin? “ ajak Zayn, Barra lansung mengalihkan pandangannya tak ingin menatap Zayn. Dia masih kesal karena sepupunya itu sudah mencium Belvina.   “ Jidat lo kenapa benjol, bar? “ tanya Devo, ia duduk dihadapan Barra.   “ Kejedot tembok. “ Balas Barra seadanya. Setiap ada yang bertanya, Barra selalu memberikan alasan yang berbeda. Sudah empat orang yang dia bohongi yaitu Belvina, Dilara lalu Devo dan Zayn.   “ Gimana ceritanya? Lo gak lihat emang kalau di depan lo ada tembok? “ tanya Zayn ingin tahu.   “ Cerewet sekali. “ Balas Barra ketus ketika Zayn yang bertanya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN