Wangi parfume segar menyeruak memenuhi kamar lelaki yang kini sudah terlihat rapih dengan tubuh gagahnya dibalut kemeja dan jas dilengkapi dasi membuatnya terlihat sempurna sebagai sosok lelaki tampan, keren dan menawan meskipun sikap aslinya itu terkadang bikin geleng – geleng kepala. Barra menatap wajahnya sendiri di cermin sambil tersenyun. Baru kali ini dia merasa senang ketika memiliki luka karena hanya dengan cara itu Barra jadi bisa lebih diperhatikan oleh Belvina. Saat ini Barra menyentuh pelan dahinya yang masih terdapat benjolan. “ Untung aja ini benjol gak kempes. “ Ungkapnya penuh syukur. Meskipun luka itu cukup menggangu dan tidak enak dipandang, tetapi Barra tidak perduli karena yang terpenting dia bisa mendapat simpati dari Belvina. Barra pun segera turun untuk

