Di sepanjang perjalanan, Belvina merenung tak bersuara membuat Barra jadi tidak tega melihat raut wajah gadis itu bersedih. Dengan penuh kasih sayang, tangan Barra mengelus pipi Belvina. “ Jangan cemberut gitu, dong. “ Ujar Barra, namun Belvina diam saja tidak merespon. “ Langsung pulang atau mau makan dulu? “ tawar Barra karena tadi dirumahnya dia belum sempat mengajak Belvina makan. Belvina jadi teringat hari ini ada janji bertemu dengan Zayn, ia mengambil ponselnya dari dalam tas lalu melihat notif sudah banyak pesan masuk dari Zayn salah satunya tempat dimana mereka akan bertemu. Belvina mengecek sharelock yang Zayn kirimkan kepadanya. “ Barra? “ “ Iya? “ “ Kamu bisa antarkan aku ke lokasi ini? “ Belvina menyodorkan ponselnya ke arah Barra. Barra hanya meli

