Barra mencari – cari keberadaan ibunya yang ternyata ada di halaman belakang, ia melihat Dilara tidak sendiri melainkan bersama seorang perempuan yang wajahnya juga hampir mirip dengan Barra. Ketika Barra sudah mendekati mereka berdua betapa terkejutnya Barra karena perempuan itu adalah kakak pertamanya yang baru saja pulang dari Belanda. “ Kak Alcira? “ Barra langsung memeluk erat kakaknya itu untuk melepas rindu karena sudah hampir empat tahun tidak bertemu. “ Barra jangan kayak anak kecil, deh. “ Ucap Alcira agar Barra menyudahi pelukannya. “ Emang kenapa, sih? Barra kan, lumayan kangen sama kakak. “ Ujar Barra menatap Alcira dan ingin memeluk lagi namun Alcira menghindar. Dengan wajah ketus Alcira menjawab. “ Lumayan kangen? Itu artinya kamu gak kangen banget! “ Alcira

