Asri memperhatikan anak gadisnya yang sejak tadi terlihat begitu gelisah, ia mendekati Belvina lalu duduk disebelahnya. Asri pandangi jari telunjuk Belvina yang tak berhenti mengetuk – ngetuk meja dengan mata yang bergerak ke kanan dan ke kiri seperti sedang berfikir. Tangan Asri bergerak menahan jari Belvina agar berhenti mengetuk – ngetuk meja, lalu Asri bertanya kepada putrinya itu. “ Ada apa, belvi? “ “ Ibu? “ Belvina baru tersadar kalau ada ibunya sejak tadi disebelahnya. “ Kamu kenapa? ibu lihat seperti sedang memikirkan sesuatu? “ tanya Asri lagi. “ Um…..” “ Kamu mau ngomong apa? bilang saja, belvi. “ Mulut Belvina sudah terbuka tetapi bibirnya kelu tak bisa berkata – kata karena dia bingung ingin bicara apa. “ Barra? “ tebak Asri tepat sasaran. Sudah dib

