“Gue udah tau Dir, dan gue akan membiarkan semuanya. Sandra pantas kecewa dan benci sama gue. Gue emang bodoh dan terjebak dengan pernikahan sialan ini! gue gak akan menghalangi kalau memang hati dia sudah bukan untuk gue lagi, karena yang dia tau, gue udah ninggalin dia. Gue udah hancurin hati dia seenaknya. Tapi gue tetap memegang janji gue. Gue akan menyelesaikan semuanya secepat mungkin. Dan selagi gue masih dikasih waktu di dunia ini, yang ada di hati gue hanya dia. Kalau seandainya gue datang terlambat dan dia sudah memilih seseorang, gue ikhlas. Tapi selagi gue masih bisa mengejar untuk mengembalikan semuanya, gue akan lakukan apapun.” Sandra tertegun. Bersandar pada dinding kamarnya. Suara itu, suara yang masuk melalui pesan di ponselnya. Ingatannya terlempar pada delapan tahun la

