Satu Lagi Rahasia

1045 Kata

Satu hari berlalu. Tak ada hal berarti yang dilakukan Sandra. Sulit dijelaskan. Ketika cinta itu meninggalkannya, ia begitu sakit. Pergi mencoba lupa dan mencari kisah yang baru. Waktu membawa semua perubahan dalam cerita yang singkat. Hati itu kembali merekah, lalu seketika sempat patah. Namun kala nama yang dihati sudah berganti, kehilangan itu kembali menghampiri. Kehilangan sosok yang dulu membuatnya luka. Dan ternyata sama-sama terluka …. “Mbak, besok kita berangkat lho, pagi lho Mbak. Ibu sih pakai beli tiket yang pagi. Padahal kalau siang atau sore kan kita bisa santai gak buru-buru.” Marwan menggerutu. Menghampiri Sandra yang masih duduk manis di depan meja makan seusai sarapan. “Udah lah Wan, berangkat lebih pagi kan lebih baik. Lebih cepat sampai bisa istirahat, besok kan aku n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN