Sudah Saatnya Tersenyum

1073 Kata

“Ayo Mbak, emang kita masih mau nunggu siapa lagi sih?” Marwan mondar-mandir di teras rumah Sandra. Ia sudah berpakaian rapi dengan kemeja hitam dan celana hitam tak ketinggalan kacamata hitam yang masih bertengger di saku kemejanya. “Bentar Wan, katanya Rachel mau kesini,” Sandra menjawab dari dalam rumahnya dengan suara lantang agar bisa terdengar oleh Marwan yang sejak tadi entah sudah berapa kali bertanya kapan Sandra siap. “Tadi aku dicepat-cepat suruh mandi, sekarang Mbak Sandra yang lelet, dasar cewek! Dandannya lama,” mulut Marwan komat-kamit sambil manyun lima senti seperti bebek. Sedan hitam milik Dirga berhenti persis di halaman rumah Sandra. Marwan celingukan sesaat memperhatikan siapa yang datang. Satu peratu mereka turun. Marwan yang merasa sudah kenal dengan Rachel langsu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN