Mereka selesai mengirimkan doa di depan pusara Dev. Kematian memang memisahkan. Tapi terkadang juga menyatukan. Jangankan untuk bicara dengan Dev, bertemu saja Sandra selalu memalingkan wajah. Sebisa mungkin menghindar. Tapi kini setelah Dev tiada, mereka yang semula tak bisa bicara bersama justru bisa duduk bersama memanjatkan doa. "San, gue ke sana duluan ya, nanti lu nyusul." Rachel berdiri lebih dulu sambil mencolek lengan Dirga. Memberinya kode untuk ikut beranjak. "Iya Chel," Sandra memilih untuk tinggal sesaat. Membiarkan yang lain pergi lebih dulu. Suasana kali ini lebih tenang. Tidak seperti tempo hari saat pemakaman. Masih begitu emosional. Hanya tinggal Sandra, Prass dan Marwan yang masih duduk di depan pusara Dev. Sekali lagi tangan Sandra menaburkan kelopak mawar merah

