Mengatur Rencana

557 Kata

Malam hari di kosan Rachel. Akhirnya hari ini aku bisa pulang di jam kantor normal. Monster itu tidak memberi tugas lembur seenaknya. Sampai waktu pulang kantor tiba, Banyu tidak datang ke kantor. Juga tidak mengirimiku pesan. Syukurlah. Sesuai harapanku. "San, besok pagi Banyu bakal jemput gak ya?" Rachel meletakan ponselnya lalu ikut duduk di dekatku. Kami baru saja menyelesaikan makan malam. "Jangan ngarep lu," "Tapi besok kalau Banyu jemput, lu mau ikut kan?" "Gak ah, eh tapi …." Aku teringat perihal nomor Banyu yang di sadap. Aku harus segera memberitahunya. Kesempatan bicara langsung yang aman, ya di mobil saat berangkat kerja. "Eng, ikut deh," lanjutku. "Tuh kan," Rachel mencebik. "Kenapa?" "Jangan bilang lu juga mulai tertarik sama Banyu," "Gak, bukan itu, ada hal penting

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN