Nomor Yang Disadap

1078 Kata

Kantor masih sepi ketika aku tiba. Rasanya jadi teringat hari pertama. Semoga saja bu Yenti hari ini datang agak siang ke kantor. Jadi aku leluasa menyelesaikan pekerjaan yang kutinggalkan semalam. Ting … pintu lift terbuka. Masih sepi. Di loby saja sepi tadi hanya ada satpam. Resepsionis juga belum datang. Tunggu. Ruanganku sudah terang. Pendingin ruangan juga sudah dihidupkan. Apa aku lupa tidak mematikannya ya semalam? Ah sepertinya tidak. Kalau pun lupa, biasanya pak satpam kan malam-malam keliling untuk cek. "Pokoknya semua beres kan?" Aku mendengar suara dari dalam ruangan bu Yenti. Sial monster itu sepagi ini sudah datang. Kuletakkan tas di meja. Paling juga dia sedang menelpon seperti biasa. "Beres Bu, pokoknya gak bakal ketahuan." Terdengar suara laki-laki. Eh, siapa itu ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN