Jam wekker Rachel berbunyi nyaring seperti biasa. Sejak pukul 04.00 WIB aku terjaga. Mau telepon tante Ratih, tidak enak karena masih terlalu pagi. Mau cerita ke Rachel, tidak tega membangunkannya masih tidur pulas. Baru berapa hari di kota ini. Kenapa ada-ada saja. Hidupku tidak sedamai di Bandung. Setiap hari dari pagi sampai malam ada saja yang membuat aku kena masalah. Sampai kapan aku kuat di kota ini? Aku mulai rindu tante Ratih, rumahku, kamarku dan semua tentang Bandung. Isi kepalaku berputar-putar. Apa yang direncanakan bu Yenti hari ini untuk mengerjaiku lagi. Sampai kapan dia akan terus cemburu padaku karena Banyu? Atau benar kata Rachel? kalau Rachel bisa mendapatkan Banyu, bu Yenti tidak akan cemburu lagi padaku. Dan tidak akan berlaku seenaknya lagi? Ah, belum tentu juga.

