Pagi hari di Yogya terasa berbeda. Sandra baru saja selesai melaksanakan solat subuh di kamarnya. Ia membaringkan tubuhnya lagi menikmati waktu santai sejenak sebelum rutinitas di kantor baru harus ia laksanakan. Aura kota Yogya memang begitu berbeda membawa rasa teduh dan tenang. Sandra berusaha meyakinkan dirinya kalau di kota ini akan berjalan jauh lebih baik dibanding kisahnya di Jakarta kemarin. Meskipun sempat bertemu dengan Dev, ia meyakini itu hanya sebuah kebetulan yang tak perlu ia pikirkan. Dering ponsel membuat Sandra terbangun dan meraih benda pipih itu dari meja berukir di dekat tempat tidurnya. Panggilan dari Rachel ternyata. “Tumben lu jam segini udah bangun,” ledek Sandra ketika menjawab telpon itu. “Ye, udah biasa kali gue. Lu lagi apa sekarang? Gimana perjalanan lu k

